Tawuran Pelajar Meningkat, DPRD Maluku Desak Penanganan Terintegrasi

oleh -40 views
Ketua Komisi IV, Saudah Tuanakotta, menilai fenomena tersebut sebagai sinyal bahaya yang membutuhkan penanganan komprehensif dan terintegrasi.

Dorong Penguatan Pendidikan Karakter

Di sisi lain, Saudah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengevaluasi program pembinaan siswa.

Ia mengusulkan penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal Maluku, seperti nilai Pela Gandong yang menekankan persaudaraan, serta peningkatan kegiatan ekstrakurikuler positif.

“Sekolah jangan hanya fokus pada nilai akademis, tapi juga pada pembentukan mental dan emosional siswa. Kita butuh lebih banyak ruang kreatif, olahraga, dan seni,” katanya.

Dorong Regulasi dan Sanksi Tegas

Sebagai Ketua Komisi IV, Saudah menyatakan komitmennya untuk mendorong pembahasan regulasi atau peraturan daerah yang lebih ketat terkait perlindungan anak dan pencegahan kenakalan remaja.

Regulasi tersebut, menurutnya, juga harus memuat sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terbukti memprovokasi atau memfasilitasi aksi tawuran.

Baca Juga  Hardiknas 2026, Bupati Kepulauan Sula Ajak Generasi Muda Bangun Masa Depan Lewat Pendidikan

“Mari kita selamatkan generasi masa depan Maluku. Hentikan tawuran, kembalikan sekolah sebagai taman belajar yang aman dan nyaman,” pintanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai kekerasan di kalangan pelajar.

(red/merindu)

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.