Tawuran Pelajar Meningkat, DPRD Maluku Desak Penanganan Terintegrasi

oleh -35 views
Ketua Komisi IV, Saudah Tuanakotta, menilai fenomena tersebut sebagai sinyal bahaya yang membutuhkan penanganan komprehensif dan terintegrasi.

Porostimur.com, Ambon – Meningkatnya aksi tawuran antar pelajar di Ambon dan sekitarnya memicu keprihatinan serius dari DPRD Provinsi Maluku. Ketua Komisi IV, Saudah Tuanakotta, menilai fenomena tersebut sebagai sinyal bahaya yang membutuhkan penanganan komprehensif dan terintegrasi.

Menurut Saudah, kekerasan di kalangan remaja tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan biasa, melainkan indikasi adanya persoalan mendasar dalam pendidikan karakter dan lingkungan sosial.

“Kita sangat prihatin melihat anak-anak sekolah yang seharusnya sibuk menuntut ilmu, justru terlibat dalam aksi saling serang yang membahayakan nyawa mereka sendiri dan orang lain. Ini adalah alarm bahaya bagi kita semua,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Perlu Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Pemerintah

Saudah menegaskan, penanganan tawuran tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan represif dari aparat atau sanksi sekolah. Ia mendorong adanya sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah sebagai tiga pilar utama.

Ia juga menyoroti peran penting orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pengawasan dan komunikasi dalam keluarga harus diperkuat agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

Baca Juga  Belanja Pegawai Tembus 36 Persen, Pemkab Halsel Cari Sumber Pendapatan Baru Selamatkan PPPK

“Orang tua harus lebih peka. Jangan sampai kita baru sadar ada masalah ketika anak sudah dibawa pulang polisi atau masuk rumah sakit. Komunikasi di rumah harus dibangun sejak dini,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.