Porostimur.com, Ambon – Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Damer (P3MD) Ambon menyerahkan dokumen kajian akademik terkait penolakan kebijakan konservasi di Pulau Damer kepada Pemerintah Provinsi Maluku.
Dokumen tersebut disusun sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat adat yang selama ini menggantungkan hidup pada sumber daya laut, sekaligus menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam melihat persoalan konservasi secara lebih komprehensif.
Kajian Berbasis Realitas Sosial
Ketua tim penulis Aholiab Watloly, bersama Sekretaris tim, Oni Frengky Rumihin, menegaskan bahwa kajian tersebut disusun secara kritis, objektif, dan berbasis pada realitas sosial masyarakat Pulau Damer.
Dokumen ini mengulas berbagai aspek penting, mulai dari sosial, budaya, hukum adat, hingga ekonomi masyarakat yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap laut sebagai sumber kehidupan utama.
Aspirasi Masyarakat Adat
Ketua P3MD Ambon, Aldi Umkeketo, menyampaikan bahwa dokumen tersebut merupakan representasi suara masyarakat adat Pulau Damer yang menolak kebijakan konservasi yang dinilai tidak berpihak.
Menurutnya, pemerintah perlu melihat persoalan ini secara adil, manusiawi, serta melibatkan partisipasi masyarakat lokal dalam setiap proses pengambilan kebijakan.
“Dokumen ini adalah bentuk penyampaian aspirasi masyarakat adat agar pemerintah dapat melihat persoalan konservasi di Pulau Damer secara lebih adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.











