Kejagung Periksa Petinggi CV Tuna Kieraha Utama

oleh -65 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terus bekerja keras mencari tersangka perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo). Taksiran kerugian akibat kredit macet di Perum Perindo sebesar Rp181 miliar.

Pada Jumat (1/10/2021), tim penyidik memeriksa Direktur CV Tuna Kieraha Utama, BSA. Dia diperiksa terkait dugaan korupsi di Perum Perindo terkait pengelolaan keuangan dan dana usaha periode 2016-2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan kali ini pihaknya memeriksa Direktur CV Tuna Kieraha Utama berinisial BSA.

“Saksi diperiksa terkait pengelolaan keuangan Perum Perindo,” kata Leo dalam keterangannya dikutip redaksi, Sabtu (2/10/2021).

Leo mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia.

Baca Juga  Vanuatu dan Kepulauan Solomon Bawa Isu Papua ke Dewan HAM PBB

Dalam kasus ini, Kejagung mengendus dugaan proses perdagangan bermasalah untuk mendapat nilai keuntungan melalui penerbitan medium term notes (MTN) alias hutang jangka menengah yang tak sesuai hukum.

Leo merincikan, masalah ditemukan pada kontrol transaksi mitra yang lemah sehingga mengindikasikan terjadi kemacetan transaksi. Keuntungan dari MTN itu meningkat tiap tahunnya secara drastis sejak 2016 hingga 2019 Kemudian, pemilihan mitra kerja yang tidak hati-hati sehingga perputaran modal perusahaan itu menjadi lambat.

“Sebagian besar menjadi piutang macet sebesar Rp181.196.173.783,” jelas dia.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita puluhan dokumen laporan keuangan dari penggeledahan yang dilakukan di Kantor Pusat Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) pada hari Jumat 27 Agustus 2021.

Baca Juga  HCW Menduga Adanya Konspirasi Antara BP2JK Dengan BPJN Terkait Pemenang Tender

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi mengatakan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari alat bukti dan memperkuat fakta hukum terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi di Perum Perindo.

Supardi mengemukakan puluhan dokumen hasil laporan keuangan Perum Perindo itu kini tengah diperiksa dan diteliti oleh tim penyidik Kejagung.

Menurut Supardi, semua pihak yang diduga terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan usaha Perum Perindo akan dimintai pertanggungjawabannya.

(red/akurat)

No More Posts Available.

No more pages to load.