Temuan LaporCovid-19: Ada Ribuan Kematian Akibat Corona Tak Tercatat

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sebanyak lebih dari 19.000 kasus kematian akibat Covid-19 yang sudah dilaporkan oleh pemerintah kabupaten/kota namun tak tercatat di data pemerintah pusat.

Said mengatakan, data dari 510 Pemda yang dikumpulkan tim LaporCovid-19 menunjukkan, hingga 7 Agustus 2021, terdapat 124.790 warga yang meninggal dengan status positif Covid-19.

Sementara jumlah kematian positif Corona yang dipublikasikan pemerintah pusat pada waktu yang sama sebanyak 105.598 orang.

“Artinya, antara data pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah pusat, terdapat selisih 19.192 kematian,” kata Said melansir Tempo.

Ia menjelaskan, bila dijabarkan 10 provinsi dengan selisih angka kematian positif terbesar, yakni Jawa Tengah (-9,662), Jawa Barat (-6,215), DI Yogyakarta (-889), Papua (-663). Lalu Kalimantan Barat (-643), Sumatera Utara (-616), Kalimantan Tengah (-301), Jawa Timur (-294), Banten (-140), Nusa Tenggara Barat (-112).

Baca Juga  Bela diri antar kompi, Kabaresi unjuk gigi

Said menuturkan, data kematian yang selama ini dipublikasikan pemerintah belum mencakup kematian warga dengan status probable. Padahal, WHO merekomendasikan untuk menyertakan kasus probable sebagai kasus kematian akibat Covid-19.

Berdasarkan data yang dikumpulkan LaporCovid-19, akumulasi kematian probable di Indonesia setidaknya telah mencapai 26.326 jiwa.

“Oleh karena itu, jika kematian positif Covid-19 diakumulasikan dengan kematian probable, total kematian terkait pandemi di Indonesia telah mencapai 151.116 jiwa,” tuturnya.

Tak hanya itu, Said menerangkan, jumlah kematian yang terjadi di luar rumah sakit belum tercatat secara baik dalam sistem pencatatan milik pemerintah.

Padahal, berdasar data yang dikumpulkan tim LaporCovid-19, banyak warga yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah atau tempat lain.

Baca Juga  TPK Hotel Bintang Provinsi Maluku Utara pada Februari 2021 sebesar 34,73 persen

Pihaknya, kata dia, sejak awal Juni hingga 7 Agustus 2021 mencatat sedikitnya 3.007 warga meninggal di luar rumah sakit. Jumlah kematian yang sesungguhnya bisa jadi jauh lebih banyak karena data itu baru berasal dari 108 kota/kabupaten di 25 provinsi.

“Saat ini, hanya satu provinsi, yakni DKI Jakarta, yang mempublikasikan data kematian warga saat isolasi mandiri. Oleh karena itu, LaporCovid-19 mendesak pemerintah daerah lainnya untuk mempublikasikan data jumlah kematian warga saat isolasi mandiri. Keterbukaan ini penting agar masyarakat makin memahami dampak pandemi Covid-19,” pungkasnya.

(red/law-justice.co)

No More Posts Available.

No more pages to load.