Terima Dubes Australia, Komisi IV Bahas Bantuan Australia untuk Penanganan PMK

oleh -10 Dilihat

Politisi PDI-Perjuangan tersebut menjelaskan, hubungan Australia dan juga Indonesia telah cukup lama terjalin, termasuk dalam hal perdagangan, bukan hanya dalam hal perdagangan sapi. Sudin pun menyatakan dirinya sempat menyinggung adanya surplus perdagangan Australia-Indonesia yang masih ada ketimpangan. Indonesia pun mengimpor sejumlah komoditas pangan dari Australia.

“Dubes Penny mengatakan, kami memasukkan turis (Australia ke Indonesia) cukup banyak. Menghabiskan sekian juta dolar (di Indonesia), terutama ke Bali. Tapi kan perdagangannya kan sangat jomplang. Seperti misalnya kita masih impor garam dari sana, buah-buahan, gandum dan lain-lain. Maka tadi saya bilang harus ada take and give-nya. Kami impor tapi kamu harus siap membantu negara kami untuk masalah yang lain,” tandas Sudin.

Baca Juga  Jelang APBD 2027, Pemkab Halbar Bentuk Tim Penyesuaian Biaya Sewa Rumah dan Transportasi DPRD

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus mengatakan pertemuan ini juga membahas permasalahan lingkungan hidup. Australia ingin menjalin hubungan kerja sama di bidang agrikultur, perikanan dan juga lingkungan hidup dengan Indonesia. Terutama permasalahan mengenai sampah plastik dan kebakaran hutan.

“Jadi untuk lingkungan, mereka sebenarnya sih tadi saya menangkap bahwa mereka lebih fokus tentang sampah plastik. Karena mereka, dia (Penny Williams PSM) tanya tadi, saya dari mana? dari Maluku. Dan dia mengetahui persis alur arus dari daerah itu (Maluku) masuk ke perairan laut mereka yang menurut mereka sangat luar biasa sampah plastik itu bisa sampai ke sana,” ucap Anggota DPR RI dapil Maluku Utara itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.