Porostimur.com, Riyadh – Sejumlah negara Arab di kawasan Teluk dilaporkan semakin frustrasi terhadap Amerika Serikat karena dinilai tidak memberikan perlindungan yang memadai ketika wilayah mereka menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Laporan yang diterbitkan oleh Associated Press mengungkapkan bahwa para pejabat dari beberapa negara Teluk merasa tidak diberi waktu cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi gempuran drone dan rudal dari Teheran, setelah serangan awal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut kini berkembang menjadi konflik yang semakin luas di kawasan Timur Tengah.
Serangan Balasan Iran Picu Kekecewaan Negara Teluk
Sejumlah pejabat dari dua negara Teluk, yang berbicara dengan syarat anonim karena membahas isu diplomatik sensitif, mengatakan pemerintah mereka kecewa dengan cara Washington menangani perang ini.
Mereka mengklaim bahwa negara-negara Teluk tidak mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu mengenai serangan awal terhadap Iran. Bahkan, menurut mereka, Amerika Serikat mengabaikan peringatan bahwa operasi tersebut berpotensi memicu konsekuensi besar bagi stabilitas kawasan.
Salah satu pejabat Teluk mengatakan frustrasi itu bahkan berubah menjadi kemarahan karena militer Amerika dinilai belum memberikan perlindungan yang cukup.









