Porostimur.com, Teheran – Jumlah personel militer Amerika Serikat yang tewas dalam perang melawan Iran terus bertambah. Militer AS mengonfirmasi dua anggota militernya kembali gugur dalam serangan di Yordania, sehingga total korban jiwa di pihak Amerika kini mencapai 16 orang sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026.
Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (19/7/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut dua prajurit tersebut tewas saat menghadapi serangan rudal balistik dan drone Iran. Selain itu, satu anggota militer AS dilaporkan masih hilang pascaserangan.
Pemerintah AS belum mengungkap identitas para korban karena masih menunggu proses pemberitahuan kepada keluarga.
Presiden Donald Trump hingga Sabtu sore belum memberikan pernyataan terkait bertambahnya korban di pihak militer AS. Gedung Putih hanya merujuk pada keterangan resmi yang disampaikan CENTCOM.
Korban Berjatuhan Sejak Perang Dimulai
Berdasarkan data militer AS, korban pertama jatuh tidak lama setelah perang pecah pada 28 Februari 2026.
Serangan drone Iran ke sebuah pelabuhan sipil di Kuwait menewaskan enam tentara Amerika yang berasal dari satuan logistik berbasis di Iowa. Mereka dilaporkan berada di bangunan bergaya kontainer yang minim perlindungan saat serangan terjadi.









