“Ada keyakinan bahwa operasi ini berfokus pada membela Israel dan pasukan Amerika, sementara negara-negara Teluk dibiarkan melindungi diri mereka sendiri,” ujar pejabat tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa stok rudal pencegat di negaranya “berkurang dengan cepat” akibat intensitas serangan balasan Iran.
Pemerintah Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain sendiri belum memberikan tanggapan resmi terhadap laporan tersebut.
Gedung Putih Klaim Serangan Iran Melemah
Di sisi lain, Gedung Putih membantah anggapan bahwa Amerika Serikat mengabaikan sekutunya di kawasan.
Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly, mengatakan serangan balasan Iran telah melemah secara signifikan setelah operasi militer Amerika.
“Serangan rudal balistik balasan Iran telah berkurang 90 persen karena Operasi Epic Fury menghancurkan kemampuan mereka untuk menembakkan senjata ini atau memproduksi lebih banyak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Presiden Donald Trump terus berkomunikasi dengan para mitra regionalnya. Menurut Kelly, serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya justru menunjukkan pentingnya upaya Washington untuk menghilangkan ancaman dari Teheran.
Namun, hingga kini Pentagon belum memberikan komentar resmi mengenai kritik dari negara-negara Teluk tersebut.
Gelombang Drone Iran Sulit Dihentikan
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal ke berbagai negara Teluk.









