“Kami warga Jawa yang di sini mengajarkan warga asli sini tentang gamelan, tembang-tembang Jawa dan tarian. Sebaliknya, anak-anak kami juga belajar adat dan kesenian Suku Ternate,” katanya melansir suara.com.
Bagyo menuturkan, karena kedekatan itu, kelompok masyarakat Jawa yang ada di Ternate banyak turut berkontribusi dalam kehidupan sosial kesehatan di sini. Dari pemberian wakaf, membangun masjid sampai memberi sumbangan ambulance.
“Karena kerukunan kami, saat ini kami bisa sama-sama bahagia menyambut Pak Ganjar, ” katanya.
Ganjar tiba di Ternate dalam rangka mendampingi kafilah Seleksi Tilawatil Quran Jawa Tengah, yang akan berlangsung di STQ Nasional ke XXVI Maluku Utara. Ganjar yang datang bersama istrinya, Siti Atikoh tidak menyangka, bakal mendapat sambutan semeriah itu.
“Yang penting semua rukun. Untuk saudara-saudaraku dari Jawa, ingat di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sebisa-bisanya harus memberi manfaat di manapun berada,” katanya.
(red/suara)




