Tidak Ada Lagi Ruang Hati

oleh -6 Dilihat

Sepuluh menit sudah hujan tak kunjung berhenti. Mungkin ia fikir akan kembali untuk menukarkan pizzanya dengan yang lebih baik setelah hujan reda. Namun, suara langkah kaki yang cepat terdengar di telinganya, pun dengan bayangan yang ia lihat di balik derasnya hujan. Sampai akhirnya, sosok itu menampakan wujud sepenuhnya dengan keadaan seluruh badannya basah kuyup.

Pria itu berhenti untuk berteduh di ruko itu.
Kekesalan jelas terpatri di wajah lelaki yang tiba-tiba saja muncul itu. Namun, gadis itu merasa tidak asing dengan wajah lelaki yang baru pertama ia temui, sekarang.

“Sial! Kalau saja hujan ini tidak turun, mungkin badan saya tidak basah kuyup seperti sekarang,” ucap laki-laki itu dengan raut wajah kesalnya.

Baca Juga  GenZ dalam Kemelut Revolusi: Kisah Tiga Negara

Gadis itu pun memandang dengan lekat, lelaki itu juga tak sengaja melirik ke arah gadis yang sedang berteduh bersama dengannya, dan di situ pada akhirnya pandangan mereka bertemu.

Hening, hanya terdengar suara hujan dan juga angin yang berhembus. Mereka kalut dalam perasaan mereka masing-masing, dan seseorang yang asing itu, ternyata dulunya pernah berjalan seiring.

“Sudah lama tidak berjumpa,” setelah keheningan berlalu, akhirnya salah satu dari mereka membuka bicara. Gadis itu tersenyum, meski senyumnya terlihat pilu.

No More Posts Available.

No more pages to load.