Tidak Ada Lagi Ruang Hati

oleh -5 Dilihat

Cerpen Karya: Amelia Putri Tyfani

PADA senja yang sedang rintik-rintik dengan begitu cantik, gadis pemilik senyum manis itu berjalan sendirian dengan berlindung pada payungnya, sebagai tameng dirinya agar terhindar dari setetes air hujan yang sedang berkunjung pada tanah kota kembang.

Ia berjalan dengan hati-hati dan sepasang netra yang fokus pada jalanan becek yang sedang ia lewati. Namun, ternyata semakin ia jauh melangkah, tetesan air yang awalnya sedikit berubah menjadi guyuran deras, dan gemuruh pun ikut mengiringi hujan kala itu.

Lantas, dengan alasan ia tak ingin bajunya basah dan juga sekotak pizza untuk pelanggannya tidak kebasahan, gadis itu pun berhenti untuk berteduh pada sebuah ruko yang sedang tutup. Beruntung di tempat itu ada kursi untuk duduk, sehingga ia tidak lelah untuk terus berdiri sambil menunggu guyuran hujan ini mereda.

Atmosfir dingin pun mulai terasa, ia menangkup kedua tangannya dan meniup dengan nafas yang keluar dari mulut untuk menghangatkan tangannya yang hampir membeku. Mungkin saja sekotak pizza itu sudah dingin jika dibiarkan saja terlalu lama dan itu akan merusak cita rasanya.

Baca Juga  Tiga Jenazah Korban Penembakan di Jayawijaya Dipulangkan ke Kampung Halaman

“Semoga saja hujannya tidak lama. Aku akan merasa bersalah jika pizza ini sudah tidak enak ketika diberikan pada pelanggan,” gerutu gadis itu. Ia tidak ingin menyalahkan hujan, ia hanya menyalahkan dirinya sendiri.
Jika saja ia tidak nekat karena antusias menghantarkan makanan, tidak mungkin ia akan merasa bersalah seperti ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.