DI LAUT YANG SEBIRU DADA IBU
Di laut yang tak henti-hentinya
mengalirkan cinta melintasi
karang-karang juga tanjung-tanjung
lalu mengepung pada
perahu masa lalu
di sana ada palayaran yang tak lekang
ada peristirahatan yang di mana
rindu dalam kepala selalu jadi musafir
yang mencari arah menuju tualang
lupa jalan pulang
katanya di laut
yang masih sebiru dada ibu
cinta terus mengembara
tak kenal angin sakal
juga gemuruh amuk ombak
barangkali yang ditakuti
hanyalah rindu yang datang secara tiba-tiba
tanpa mengenal musim jumpa
timur, barat, selatan, hingga utara
Tahoku, 07 Januari 2022
======
MASIH TENTANG LAUTKU
masih tentang lautku
yang dibuat asin oleh kerinduan
di masa lalu
saat ayah membawaku melaut
lalu ibu selalu setia menanti dengan doa-doa
seindah kata hati yang dimuntahkan
dari bibir para pujangga
di laut
aku diayun oleh gelombang
perahu melenggang
ayah mengajari arti kesetiaan
dalam kesabaran
Kebun Cengkeh, 07 Januari 2022
=========
DI PAGI ITU
embun belum juah pecah
di daun keladi
dingin di tubuh masih membungkus
aku ada di antara kayu-kayu bersorok
sebelum dilalap api menjelang makan siang
sementara ibu dan ayah
bertukar cerita
tentang makanan apa
yang harus meramaikan dulang
di waktu makan siang
lautan masih menyimpan gelombang
di hutan tanah yang hitam
tak menghasilkan hijau
mungkin hanya doa yang bisa berbagi warna
untuk air mata dan keringat yang terus pecah











