Keluhan
Ayah kenapa tak membantuku
Ketika aku diburu rindu kepada ibu
Bukankah kau lebih memahami rindu
Tak kasihanka kau padaku yang lemah ini
Kau tahu ayah ketika kucium
Kening nenek tiba-tiba darah
Mengalir di dadaku dan terasa sangat sakit
Aku hanya coba menahan sakit itu dengan diam
Ayah kau tahu ketika sahabatku
Mencium kening dan memeluk ibu mereka
Mulutku tak dapat berkata apa-apa
Dada terasa sesak seolah kematianku telah tiba
Kenapa ibu memberi kutukan ini
Padahal sujud dan doaku berlapis tanah
Apakah ibu sengaja memberi rindu agar
Aku mati di lumpur rasa paling sakit
Ayah bantulah aku sejenak
Sungguh aku tak dapat menahan sakit
Walau kau hanya berkata bersabarlah
Kenapa aku merindui ibu seperti ini
Takbir pecah di jendela kamarku
Aku meraba-raba lantai kamar
Dan berharap semoga aku tak mati
Di bunuh rindu pada hari ini
Untuk ibuku yang kurindui
Bersabarlah jangan kau menangis lagi
Sudah cukup aku menangung rindu
Tak perlu lagi kau ibu. Aku menyanyangimu!
Mamuya, 13 Mei 2021
========
Keringat Perahu
Sore ini kulihat ayah membaca mantra
Semang perahu di asapi dupa harapan
Dadaru dililiti keberanian menghadapi laut
Ayah memegang dayung dengan gagah
Laut mamuya sangat biru sebiru sarau ayah
Sedangkan ibu lagi membaca salube di dapur
Anak-anak berlari bermanja dengan akemalako
Laut memang selalu memberi hidup dan rindu




