Tiga Puisi Muhammad Diadi

oleh -25 views
Link Banner

Keluhan

Ayah kenapa tak membantuku
Ketika aku diburu rindu kepada ibu
Bukankah kau lebih memahami rindu
Tak kasihanka kau padaku yang lemah ini

Kau tahu ayah ketika kucium
Kening nenek tiba-tiba darah
Mengalir di dadaku dan terasa sangat sakit
Aku hanya coba menahan sakit itu dengan diam

Ayah kau tahu ketika sahabatku
Mencium kening dan memeluk ibu mereka
Mulutku tak dapat berkata apa-apa
Dada terasa sesak seolah kematianku telah tiba

Kenapa ibu memberi kutukan ini
Padahal sujud dan doaku berlapis tanah
Apakah ibu sengaja memberi rindu agar
Aku mati di lumpur rasa paling sakit

Ayah bantulah aku sejenak
Sungguh aku tak dapat menahan sakit
Walau kau hanya berkata bersabarlah
Kenapa aku merindui ibu seperti ini

Baca Juga  UPDATE: Bertambah 214, Kini Ada 9.096 Kasus Covid-19 di Indonesia

Takbir pecah di jendela kamarku
Aku meraba-raba lantai kamar
Dan berharap semoga aku tak mati
Di bunuh rindu pada hari ini

Untuk ibuku yang kurindui
Bersabarlah jangan kau menangis lagi
Sudah cukup aku menangung rindu
Tak perlu lagi kau ibu. Aku menyanyangimu!

Mamuya, 13 Mei 2021

========

Keringat Perahu

Sore ini kulihat ayah membaca mantra
Semang perahu di asapi dupa harapan
Dadaru dililiti keberanian menghadapi laut
Ayah memegang dayung dengan gagah

Laut mamuya sangat biru sebiru sarau ayah
Sedangkan ibu lagi membaca salube di dapur
Anak-anak berlari bermanja dengan akemalako
Laut memang selalu memberi hidup dan rindu

Ayah melewati wauo lalu menghilang
Hanya jejak perahu ayah yang masih terlihat
Aku bertanya mengapa ayah mencintai perahu
Bukankah dahulu perahu adalah petaka

Baca Juga  Leher Istrinya Banyak Cupang, Matsari Ngamuk Lalu Tebas Leher Tetangganya

Mamuya 25 April 2021

=======

Lako Sora

Usia adalah peringatan bagimu
Kedewasaan akan menjadi temanmu
Sedangkan tanggunjawab akan selalu
Mengintaimu dalam mengejar cita-cita

Untukmu perempuan bermata indah
Tertawa dan mengeluhlah dalam doa
Selamat untuk hari jadimu lako sora
Teruslah menjadi perempuan Gogaro Nyinga

Maaf tidak ada hadiah untukmu
Hanya puisi yang aku kadokan untukmu
Teruslah mengejar cita-citamu
Jangan lupa ciumlah kening ibumu
Sekaligus menatap wajah ayahmu

Jika maaf adalah doa yang indah
Maka maaf belum bisa menjadi kakak
Yang baik untukmu hanya bisa menasehatimu
Semoga kau diberi umur yang panjang.

Mamuya 22 April 2021

======