Porostimur.com, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo mengkritisi program Tol Laut yang sudah berlangsung selama 8 tahun, menurutnya tol laut perlu dievaluasi dan tidak layak diteruskan jika hanya menghabiskan anggaran tapi tidak bisa menjadi instrumen penurun harga.
Dia menilai tol laut tidak bisa menekan disparitas harga, hal ini ungkapkan usai Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan Ditjen Perhubungan Laut, PT Pelindo, dan PT Pelni dengan agenda evaluasi program tol laut.
“Meski sudah delapan tahun dilaksanakan program ini tidak bisa menekan disparitas harga. Sampai saat ini, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) BPS ada didaerah Papua dan maluku. Artinya, tol laut belum bisa menjadi instrumen penurunan harga meski sudah disubsidi,” ungkap Sigit, Rabu (6/7/2022) di Jakarta.
Bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga mengindikasi terjadi penyimpangan di program tol laut ini dengan temuan adanya kelebihan pembayaran subsidi kepada operator. Atas dasar itu secara tegas Sigit menilai tol laut gagal, karena kontribusi terhadap perekonomian rendah.
“Itu diakui presiden loh, kontribusi tol laut dibandingkan moda lain adalah yang paling rendah. Ketiga, tidak bisa menurunkan biaya logistik. Menkeu mengakui biaya logistik di Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN,” kata Sigit.




