“Merupakan suatu keistimewaan, bukan hak, bagi universitas untuk menerima mahasiswa asing dan mendapatkan keuntungan dari biaya kuliah yang lebih tinggi untuk membantu menambah dana abadi mereka yang bernilai miliaran dolar,” kata Noem.
Harvard menolak semua tuduhan dan menegaskan akan membela para mahasiswanya. “Tindakan pemerintah tersebut melanggar hukum,”demikian pernyataan resmi universitas.
Tindakan balasan ini mengancam kerugian serius bagi komunitas Harvard dan negara kita, serta melemahkan misi akademis dan penelitian Harvard,” lanjutnya.
Universitas tersebut menyatakan berkomitmen penuh mendidik mahasiswa internasional dan sedang merancang panduan bantuan bagi yang terdampak.
Dalam wawancara dengan Fox News: The Story with Martha MacCallum, Noem mengisyaratkan bahwa tindakan serupa bisa diterapkan pada kampus lain, termasuk Universitas Columbia di New York. “Benar sekali. Ini seharusnya menjadi peringatan bagi semua universitas lain untuk bertindak lebih baik,” ujar Noem.
Trump, seorang Republikan, secara konsisten mengkritik universitas swasta dan Ivy League, termasuk Harvard, yang menurutnya menyebarkan ideologi anti-Amerika dan kiri radikal. Ia juga menyoroti perekrutan tokoh-tokoh Partai Demokrat sebagai dosen dan pimpinan universitas.









