Ia menyebut Iran sebagai “failed nation” dan menggambarkan negara tersebut berada dalam kondisi militer, ekonomi dan pemerintahan yang sangat buruk.
Trump juga mengklaim AS telah memenangkan perang melawan Iran, meskipun belum ada perjanjian perdamaian final yang benar-benar mengakhiri konflik.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (30/8/2026), Trump bahkan mengatakan dirinya tidak membutuhkan tanda tangan dalam sebuah dokumen untuk menyatakan kemenangan.
“Saya tidak memerlukan tanda tangan di selembar kertas,” ujarnya.
Trump juga menuding para pengkritik dari Partai Demokrat berusaha membuat Amerika Serikat kalah dalam perang tersebut.
Pernyataan itu muncul ketika konflik AS-Iran memasuki bulan keenam dan ketegangan kembali meningkat setelah sempat relatif mereda selama beberapa pekan.
Dalam perkembangan lainnya, Iran disebut menembakkan rudal ke arah Yordania. Seorang pejabat AS kepada CNN mengatakan rudal-rudal tersebut berhasil dicegat.
Sementara itu, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik.
Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Sebelum perang berlangsung, sekitar 20 persen minyak dunia disebut melintasi kawasan tersebut.









