Washington menuntut Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran tanpa pembatasan. Sebaliknya, Iran menyatakan memiliki hak untuk mengatur lalu lintas yang melintasi wilayah perairan strategis tersebut.
Setiap gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi energi dan memberikan tekanan terhadap harga minyak serta perekonomian global.
Di tengah ketegangan itu, pemerintahan Trump mulai meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Pekan lalu, Departemen Keuangan AS meluncurkan kampanye yang menyasar berbagai jalur ekonomi yang dianggap menopang pemerintahan Iran.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Washington tidak hanya mengandalkan kekuatan militer dalam menghadapi Teheran.
Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memastikan opsi serangan militer tetap terbuka.
“Jika kami perlu menggunakan serangan kinetik, kami akan menggunakannya,” kata Hegseth, Senin.
“Namun tekanan ekonomi paling merugikan mereka saat ini,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah strategi Washington yang mulai menempatkan tekanan ekonomi sebagai instrumen utama untuk melemahkan Iran, sembari tetap mempertahankan ancaman penggunaan kekuatan militer.
Di tengah perang informasi yang semakin tajam, video AI yang diunggah Trump menunjukkan bagaimana gambaran digital yang tampak nyata dapat dengan cepat membentuk persepsi publik mengenai sebuah konflik.









