Tuduhan Berlapis “Ala Fir’aun”

oleh -97 views

Ketiga, Fir’aun menuduh Musa sebagai kelompok hizbiy atau ekslusif yang membahayakan keutuhan negara. Demikian seperti firman-Nya inna hā’ulā’i lasyirmidzatun qalilun (إِنَّ هَؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ) “(Fir’aun berkata): “Sesungguhnya mereka (Bani Israel) benar-benar golongan kecil,”. (Rujuklah QS. AL-SYU’ARA’ [26]: 54).

Keempat, Fir’aun menuduh Musa sebagi pihak yang yang ingin merusak tatanan budaya, agama dan keyakinan hidup masyarakat yang sudah dianggap mapan dan berpotensi merusak kerukunan bangsa. Demikian seperti firman-Nya inni akhāfu an yubaddila dīnakum (إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ) “..karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu”. (Rujuklah QS. GHAFIR [40]: 26).

Kelima, Fir’aun menuduh Musa sebagai sumber kerusakan dalam kehidupan bermasayakat dan sebagai biang perpecahan di negara. Demikian seperti firman-Nya au an yuzhhira fi al-ardh al-fasād (أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ) “atau dia menimbulkan kerusakan di muka bumi”.”. (Rujuklah QS. GHAFIR [40]: 26).

Baca Juga  Harita Nickel Perkuat Pengendalian Emisi, Kualitas Udara Halmahera Selatan Tetap Masuk Kategori Baik

Pesannya, zaman boleh berganti, musim boleh berubah, namun alur cerita kehidupan boleh jadi akan hadir dalam format yang sama dengan lakon dan tokoh yang Wallahu alam. (*)