Tugas Pers Bukanlah Menjilat Penguasa

oleh -20 Dilihat

Dua pekan ini saya mengikuti isi pemberitaan hampir semua media menyoal itu. Clarity moral, atau kejernihan moral pers sebagai pilar keempat  demokrasi  mendominasi pemberitaan media hari-hari ini. Clarity moral bisa juga diterjemahkan dalam bahasa Jawa  : “Ngono yo ngono ning ojo ngono”. Dalam ungkapan orang Makassar : “Manna pelleng puna tallewaki” (Biarpun film tak bisa dibiarkan kalau kelewatan.) Sebebas-bebas Pers Amerika, jika menghadapi ancaman terhadap konstitusi mereka juga akan bangkit dan bersatu melawannya.

Saya sempat menyinggung nilai “clarity moral” itu dalam diskusi Forum Pemred (forum pemimpin redaksi Indonesia) Rabu (2/3) malam. Alhamdulillah. Sudah berlangsung dua pekan hingga kemarin, sebagian media sudah berhasil mengidentifikasi kegaduhan politik terkait  isu penundaan Pemilu 2024. Ternyata  bersumber dari tokoh tokoh elit politik yang selama ini kita beri kepercayaan. Saya sependapat dengan banyak kawan untuk segera mengucilkan pelaku dari ruang demokrasi. Mereka seperti  ikan yang busuknya bersumber dari kepalanya sendiri. 

Baca Juga  Wali Kota Tual Susun Rencana Aksi Tiga Tahun di Lemhannas

“Pers itu berada di garis lurus. Pemerintah yang bengkok akan berbenturan dengan pers,”kata  tokoh pers legendaris Indonesia, almarhum BM Diah, pendiri koran nasional, Harian Merdeka. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.