UAS, Isra Miraj dan Abu Jahal

oleh -18 Dilihat

Kitab-kitab mereka hingga kini menjadi rujukan literatur keilmuwan modern. Mereka ini tak lain adalah orang-orang yang juga
ahli di bidang agama.

Sebut saja Ibnu Sina yang oleh dunia Barat dikenal dengan nama Avicenna adalah seorang filosof dan ahli kedokteran yang bukunya menjadi rujukan literatur kedokteran di dunia Barat hingga kini.

Pun ada namanya Al-Khawarizim seorang ahli ilmu matematika yang salah satu cabang ilmunya dikenal dengan nama Aljabar itu.

Juga ada yang namanya Ibnu Khaldun ahli sejarah dan sosiolog yang oleh dunia Barat ia mendapatkan gelar sebagai Father of Historiography.

Selain itu, ada pula nama Ibu Rusyd yang ahli filsafat, dan ilmu fiqh. Juga ada Abul Qasim Khalaf ibn Al-Abbas Az- Zahrawi yang dikenal dengan karya-karya fenomenalnya di bidang kedokteran.

Baca Juga  Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Tual Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah di Ohoi Dullah Laut

Begitu pentingnya agama dalam peta pendidikan nasional mestinya harus diapresiasi. Karena itu sangatlah naif jika ada upaya untuk menghilangkan frasa “agama” atas Penyusunan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di sebuah negara yang berdasarkan Ketuhanan.

Selain tak sejalan dengan Pasal 31 UUD 1945, hilangnya frasa ‘agama’ merupakan bentuk melawan konstitusi karena berdasarkan hierarki hukum, produk turunan kebijakan seperti peta jalan tak boleh menyelisihi peraturan di atasnya yakni peraturan pemerintah, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UUD 1945, dan Pancasila yang akan berdampak pada aplikasi dan ragam produk kebijakan di lapangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.