Mirwan menjelaskan rekonstruksi dimaknai sebagai upaya menggali nilai lokal dan budaya yang terdapat di Maluku Utara. Selanjutnya, akan dilakukan revitalisasi guna membangkitkan kembali kejayaan rempah. Sementara itu, hasil KKN UGM di Halmahera Utara dijadikan sebagai informasi awal untuk melakukan penelitian. Melalui pendekatan tersebut akan dilakukan kajian untuk menggabungkan kesenjangan yang terjadi antara kejayaan di masa lalu dan kejayaan masa kini yang selanjutnya dapat dikembangkan inovasi sesuai kebutuhan saat ini.
Lebih lanjut ia mengatakan terdapat potensi besar kolaborasi UGM dengan Halamhera Utara mewujudkan Kosmopolis Maluku Utara. Beberapa diantaranya adalah eksplorasi tanaman rempah melalui identifikasi biodiversitas dan potensi ekonomi. Lalu, dokumentasi warisan budaya rempah untuk pengungkapan potensi lokal, pengembangan living museum Teluk Kao, pemberdayaan masyarakat untuk penguatan ekonomi, ketahanan pangan dan budaya lokal mendukung kosmopolis rempah, serta integrasi dukungan pengembangan master plan kawasan wisata.
Kolaborasi riset UGM dengan Pemkab Halmahera Utara sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yakni melakukan kemitraan untuk mencapai tujuan berkelanjutan, serta mengurangi kelaparan dan kemiskinan.




