UGM Bangun Kolaborasi Pengembangan Kosmopolis Rempah Maluku Utara

oleh -0 Dilihat

Lain halnya dengan Theo Djiko, warga Desa Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Halamhera Utara. Ia baru mengelola kebun pala yang merupakan warisan dari orang tuanya setelah pensiun.

“Bapak saya yang tanam pohon pala, usia pohonnya mungkin sudah ada 28 tahun,”tuturnya.

Tidak seperti warga pada umumnya yang memanen pala setiap minggu, pala di kebun Theo dipanen setiap hari dengan cara mengambil buah pala yang jatuh. Setiap harinya ada tengkulak yang mengambil hasil panen tersebut. Biji pala dijual seharga Rp85.000 per Kg. Sementara salut biji atau yang disebut fuli dijual seharga Rp200.000 per Kg.

“Fuli ini jadi bagian yang paling mahal. Sementara untuk daging buahnya dibuang,” jelasnya.

Menurut data Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, pada tahun 2023, tercatat ada 9.127 petani pala di Halmahera Utara. Dari jumlah itu, petani pala terbanyak berada di Kecamatan Galela Barat sejumlah 1.518 orang. Disusul kemudian Kecamatan Malifut sebanyak 973 petani pala. Lalu Kecamatan Kao Utara, 767 orang dan Tobelo Barat 704 petani.

Baca Juga  Seabad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil: Kain Gandong Sambut Anak Cucu dari Tanah Rantau

Kepala Desa Ngidiho Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Kamal Abdullah, menyampaikan desanya memiliki program menanam pohon pala bagi warga. Program tersebut dilakukan sebelum tahun 2003 silam dengan satu kepala keluarga minmal jarus menanam 50 pohon pala. Dengan program itu, ada setidaknya 400 kepala keluarga memiliki pohon pala.