Porostimur.com, Brussels – Negara-negara Uni Eropa (UE) telah membuat terobosan dalam pembicaraan migrasi pada Kamis (8/6/2023). Mereka menyepakati rencana untuk berbagi tanggung jawab bagi para migran yang memasuki Eropa tanpa izin.
Permasalahan migran yang memasuki kawasan Eropa adalah akar dari salah satu krisis politik terlama di blok itu. Setelah seharian bernegosiasi di Luksemburg, para menteri dalam negeri UE menyetujui kesepakatan bersama.
Anggota UE akan menyeimbangkan kewajiban bagi negara-negara tempat sebagian besar migran tiba. Tindakan ini untuk memproses dan mengajukan persyaratan anggota lain untuk memberikan dukungan, baik secara finansial atau dengan menampung pengungsi.
Menteri Migrasi Swedia, Maria Malmer Stenergard, menggambarkan kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah dan sukses besar. Dia menyatakan, keterkejutannya bahwa perpecahan yang telah lama berlangsung telah diatasi.
“Sejujurnya, saya tidak terlalu percaya saya akan duduk di sini mengatakan ini, tapi inilah kami,” kata Stenergard yang negaranya saat ini memegang jabatan kepresidenan bergilir UE dan menengahi perjanjian itu.
Stenergard mengatakan, isi kesepakatan itu merupakan pilar utama reformasi sistem suaka UE. “Merupakan kunci keseimbangan yang baik antara tanggung jawab dan solidaritas,” ujarnya.





