Lalisse mengatakan melalui akun Twitter pribadi, bahwa dia merasa terhormat ditunjuk untuk peran ini. Dia menyebut misinya sebagai topik penting yang membutuhkan upaya dan komitmen bersama.
Lalisse sebelumnya bekerja sebagai diplomat di misi UE di Yaman, Ghana, Mauritania, dan Maroko, serta menangani bantuan Eropa untuk Siprus Turki. Menurut Komisi Eropa, dia menghubungkan dengan berbagai organisasi masyarakat sipil di UE dan di dunia Muslim.
Menurut perkiraan Jaringan Melawan Rasisme Eropa (Enar), UE adalah rumah bagi sekitar 19 juta Muslim yang merupakan enam persen dari keseluruhan populasinya. Survei oleh Badan Hak Fundamental UE di Wina menunjukkan, satu dari tiga Muslim mengalami diskriminasi dalam 12 bulan terakhir.
sumber: republika




