“Kita masih menggunakan gedung eks lembaga yang disesuaikan. Ke depan, kita membutuhkan fasilitas yang lebih representatif,” ungkapnya.
Diverifikasi Kementerian
Sementara itu, perwakilan Direktorat Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Amalia, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses seleksi pembangunan Unit Sekolah Baru.
“Kami hadir untuk memverifikasi langsung kondisi lahan yang diusulkan oleh Unpatti sebagai bagian dari penilaian kelayakan,” ujarnya.
Ia menyebut, pada tahun ini pemerintah merencanakan pembangunan 34 sekolah baru di seluruh Indonesia, sehingga diperlukan seleksi ketat berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk status dan luas lahan.
Menurut Amalia, secara umum usulan dari Unpatti telah memenuhi syarat, namun tetap perlu verifikasi untuk memastikan tidak ada potensi sengketa di masa depan.
“Status lahan harus jelas. Kami mendorong agar dilakukan hibah untuk menghindari potensi masalah di kemudian hari,” jelasnya.
Dorong Integrasi Pendidikan
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, menilai Unpatti memiliki potensi besar menjadi pusat pendidikan atau “rumah belajar” bagi masyarakat Maluku.
Menurutnya, keberadaan Unit Sekolah Baru sangat penting untuk mendukung integrasi sistem pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.










