Semakin besar perbedaan antara tuntutan dan putusan, semakin besar pula kebutuhan untuk memahami argumentasi hukum yang melandasinya.
Bukan untuk mengintervensi putusan, melainkan agar masyarakat dapat melihat proses hukum secara rasional berdasarkan fakta dan pertimbangan yang tersedia.
Menunggu Sikap Zulham dan Jaksa
Setelah putusan dibacakan, perkara Zulham belum sepenuhnya berakhir.
Terdakwa maupun JPU masih menyatakan pikir-pikir dan memiliki waktu tujuh hari untuk menentukan sikap.
Mereka dapat menerima putusan atau menggunakan hak hukum yang tersedia sesuai ketentuan perundang-undangan.
Jika salah satu pihak menempuh upaya hukum, perkara tersebut masih akan berproses pada tingkat berikutnya.
Dengan demikian, status hukum Zulham saat ini belum berada pada tahap putusan berkekuatan hukum tetap.
Pada akhirnya, perkara ini bukan hanya tentang perbandingan 18 bulan penjara versus tuntutan 6 bulan.
Lebih jauh, perkara Zulham menjadi salah satu contoh bagaimana hukum pidana, perlindungan nama baik, kebebasan berpendapat dan posisi pejabat publik berhadapan dalam satu ruang yang sama.
Publik tentu berhak mengetahui bagaimana batas antara kritik dan pencemaran nama baik diterapkan.
Pada saat yang sama, proses hukum harus tetap menghormati independensi peradilan, hak terdakwa, perlindungan terhadap nama baik serta prinsip peradilan yang adil.









