Wakapolda Malut: Identifikasi Korban Erupsi Dukono Lewat Tes DNA dan Uji Forensik

oleh -254 views

Porostimur.com, Tobelo – Proses identifikasi korban tragedi erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara masih terus berlangsung. Aparat kepolisian menegaskan bahwa penetapan identitas korban dilakukan secara hati-hati melalui metode ilmiah, di tengah kondisi jenazah yang tidak utuh.

Wakapolda Maluku Utara Stephen M. Napiun, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bersama Forkopimda Halmahera Utara di RSUD Tobelo, Senin (11/5/2026).

Dalam forum itu, turut hadir Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Kapolres Halmahera Utara Erlichson Pasaribu, perwakilan RSUD Tobelo, pihak Kedutaan Besar Singapura, serta sejumlah media nasional dan lokal.

Proses Forensik Dilakukan Menyeluruh

Stephen menjelaskan, dari total 20 orang yang berada di lokasi saat erupsi terjadi, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia.

Namun, kondisi korban yang ditemukan tidak utuh membuat proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara cepat. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Maluku Utara kini bekerja melakukan rekonstruksi bagian tubuh korban untuk memastikan identitas secara akurat.

Baca Juga  Jelang Mubes IKA Unidar Ambon, Panitia Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum

“Tim DVI masih melakukan rekonstruksi terhadap bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi. Bagian rahang menjadi petunjuk penting, namun identitas resmi tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ujar Stephen.

No More Posts Available.

No more pages to load.