Ia menambahkan, Baznas Kota Ternate terus mendorong optimalisasi pengumpulan ZIS melalui sosialisasi kepada para muzakki agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kembangkan Program Pemberdayaan dan Kemanusiaan
Selain pendistribusian zakat konsumtif, Baznas Kota Ternate juga tengah mengembangkan berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah program micro finance masjid yang saat ini telah memasuki tahap uji coba dan menunjukkan hasil positif.
“Program micro finance masjid ke depan akan kami perluas, agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi umat,” jelas Adam.
Baznas Kota Ternate juga aktif dalam aksi kemanusiaan lintas daerah. Melalui sinergi dengan masjid, sekolah, instansi pemerintah dan swasta, serta masyarakat, Baznas berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp160 juta untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dana tersebut sudah kami salurkan langsung ke wilayah terdampak, khususnya Aceh dan Sumatera Utara,” katanya.
Wali Kota: Imam dan Syara Penjaga Harmoni Sosial
Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, menegaskan bahwa imam dan syara memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni sosial dan membimbing kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan peran mereka.










