Melalui program tersebut, pemerintah berupaya agar keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi seorang anak untuk memperoleh pendidikan, pembinaan, sekaligus kesempatan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
“Kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang layak, mendapatkan pembinaan, dan mengembangkan potensi dirinya,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Tak Sekadar Ruang Belajar
Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 74 Tual diminta tidak dikelola secara biasa-biasa saja.
Akhmad Yani meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut menjalankan tugas secara serius dan bertanggung jawab.
Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya memberikan materi pembelajaran. Lebih dari itu, lingkungan pendidikan harus mampu membentuk karakter peserta didik, menanamkan kedisiplinan, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang dapat menjadi modal menghadapi masa depan.
Pendidikan, dalam kerangka tersebut, tidak hanya berbicara tentang nilai akademik.
Anak-anak juga perlu dibentuk menjadi pribadi yang memiliki karakter, disiplin, percaya diri dan mampu mengenali kemampuan dirinya.
Wali Kota berharap setiap peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 74 Tual memperoleh ruang yang cukup untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi masing-masing.










