Wamenag RI Hadiri Rapat Senat Terbuka dan Wisuda Angkatan VIII IAIN Ternate

oleh -45 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Wakil Menteri Agama (Wamenag) Drs. Zainut Tauhid Sa`adi, M.Si menghadiri sekaligus menyampaikan orasi ilmiah pada kegiatan Rapat Senat Terbuka dan Wisuda Angkatan VIII serta Pengukuhan Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Sabtu(12/12/2020)

Kegiatan ini dihadiri Rektor IAIN Ternate Dr.H. Samlan H. Ahmad, M.Pd serta Jajaran Civitas Akademik IAIN Ternate, Direktur Pasca Sarjana IAIN Ternate Dr. H. Amanan S Saumur, M.Hum, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag M.PdI serta para wisudawan/i baik Program S1 maupun S2

Wakil Menteri Agama M Zainut Tauhid Saadi dalam sambutannya mengatakan, saat ini, integrasi ilmu dan akhlaq menjadi solusi bagi manusia dalam menghadapi zaman yang semakin kompleks diera revolusi industri 4.0.

Wamen bilang, pentingnya integrasi antara ilmu dan akhlaq inilah, maka para ulama dan cendekiawan Islam dengan penuh kesadaran melahirkan Institusi Perguruan Tinggi Islam untuk mengedepankan pentingnya terhadap sinergitas antara akal dan qalbu, antara sains dan iman

“Pada asas inilah kontribusi pendidikan tinggi Agama Islam sangat besar dalam mempertemukan dan mendialogkan secara ilmiah antara sains dan agama dan disiplin keilmuan lainnya” ujarnya

Baca Juga  Sudah 92 Orang di Maluku Utara Positif Covid-19

Wamenag mengatakan, saat ini para sarjana dari disiplin ilmu agama telah menyadari adanya perubahan zaman di era keterbukaan Informasi dan digitalisasi, dengan adanya hal ini maka hadirnya postur dimana situasi objektif lebih sedikit pengaruhnya dibandingkan dengan hal-hal yang mempengaruhi emosi dan kepercayaan nasional dalam pembentukan opini publik, kemudahan akses internet oleh semua kalangan sesungguhnya lebih memudahkan akses dalam ilmu pengetahuan termasuk pengetahuan agama.

Zainut menyebutkan, di zaman ini pula banyak orang yang ingin belajar ilmu agama tidak mau repot membaca buku, mencari ustadz maupun kiyai dan alim ulama cukup masuk di google saja.

Hal tersebut lanjutnya, satu sisi orang tersebut bisa mendapatkan ilmu yang benar dan sumber yang benar, namun pada sisi lain bisa jadi orang tersebut bisa mendapatkan sumber dari orang yang tidak benar dan sanad keilmuan yang tidak benar pula.

Zainut bilang, di era ini juga, lanjutnya, banyak konten-konten yang memuat informasi -Informasi hoax dan ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama yang menggoyahkan toleransi umat beragama ditengah-tengah masyarakat yang menjadi tantangan keharmonisan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Polres dan DP3A Halsel Dinilai Lambat Tangani Kasus Kekerasan Seksual

Ia menjelaskan, Indonesian memang bukan negara agama, tapi bukan memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari bagi warganya, nilai-nilai agama dijaga dan senantiasa dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan adat istiadat. “Inilah yang sesungguhnya jadi diri negara Indonesia yang penuh dengan keragaman,” tukasnya.

Zainut juga mengingatkan, bahwa maraknya paham ekstrimisme dan radikalisme yang terjadi di Indonesia saat ini, sewaktu-waktu kalau dibiarkan akan merusak sendi-sendi keindonesiaan. Untuk itu moderasi beragama harus menjadi solusi dan cara pandang bersama dalam keberagamaan.

Untuk membendung hal-hal tersebut, maka, Pemerintah melalui Kementerian Agama terus melakukan penguatan terhadap pentingnya moderasi beragama, termasuk pemahaman Islam wasatiyah, Islam jalan tengah (moderat) yang dapat menjadi solusi terhadap permasalahan bangsa dan negara saat ini

Ia menjelaskan, Islam wasatiyah hanya dapat berjalan jika diutamakan prinsip adil, ittidal dan tawadhu (keseimbangan) serta setiap pemeluk agama memiliki pengetahuan agama yang komprehensif, luas dan mendalam.

“Dalam konteks moderasi beragama, nilai-nilai kemanusiaan harus termanifestasi pada komitmen kebangsaan, toleran dan beragama tanpa adanya kekerasan serta menghormati kearifan lokal,” ujarnya

Baca Juga  Bupati Kepulauan Sula Terus Panen Padi, Masyarakat Belum Pernah Nikmati

Orang kedua di Kementerian Agama RI ini berharap, IAIN Ternate sebagai perguruan tinggi Islam bisa menjadi katalisator sekaligus dinamisator yang mampu mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya untuk memiliki pemahaman agama yang adil dan berimbang dalam konteks keindonesiaan.

“Eksistensi perguruan tinggi Agama Islam akan menjadi sangat penting untuk mengembangkan pemahaman Agama yang adil dan seimbang ditengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Untuk diketahui bahwa Tahun 2020 ini, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate mewisudakan para mahasiswanya sebanyak 430 orang yang terbagi dalam dua gelombang, untuk gelombang pertama yang diwisudakan pada hari ini terdiri 69 mahasiswa program Pasca Sarjana dan 169 orang mahasiswa S1 pada Fakultas Ilmu Syariah dan Ekonomi Islam dan sisanya akan diwisudakan pada gelombang kedua besok(13/12/2020) yang terdiri dari Program strata Satu(S1) pada Fakultas Ilmu Keguruan sebanyak 172 mahasiswa dan Fakultas Usuluddin, adab dan Da`wah sebanyak 20 orang. (alfian/inmas)