Ia menilai pembangunan jalan, jembatan, dan sarana transportasi harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah karena berhubungan langsung dengan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi.
Menurut Mario, kejadian warga yang terpaksa memikul pasien akibat jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan semestinya menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata.
“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat buruknya infrastruktur. Pemerataan pembangunan adalah bentuk keadilan yang harus dirasakan seluruh warga Seram Bagian Barat tanpa terkecuali,” katanya.
Warga Berharap Tak Ada Lagi Pasien Dipikul
Mario juga mendesak Pemerintah Kabupaten SBB mempercepat pembangunan infrastruktur di Kecamatan Inamosol serta wilayah lain yang hingga kini masih menghadapi keterisolasian akibat buruknya akses transportasi.
Harapan serupa disampaikan masyarakat Inamosol. Mereka menginginkan jalan yang layak agar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju fasilitas kesehatan dan pelayanan publik dapat berlangsung lebih cepat dan aman.
Bagi warga, kondisi jalan yang memaksa pasien dipikul melintasi lumpur bukan lagi persoalan baru. Mereka berharap peristiwa yang kini menjadi perhatian publik itu menjadi momentum bagi pemerintah untuk segera menghadirkan solusi nyata.









