“Perjuangan saat ini bukan lagi melawan penjajah dengan parang, tombak atau senjata, tetapi perjuangan di tengah era modernisasi sekarang adalah bagaimana sebagai sesama anak bangsa dapat menghormati jasa-jasa pahlawannya serta membangun dan mengembangkan pertalian sejati sesama hidup orang basudara, untuk sama-sama bakukele (bergandengan tangan) bukan bakalai (berkelahi),” ujar Dominggus Mandacan.
“Oleh karena itu melalui momentum HUT Patimura ke 204 tahun 2021 ini, saya mengajak dan menghimbau agar keluarga besar masyarakat Maluku yang berada di Manokwari agar menggelorakan kembali jiwa kepahlawanan Kapitan Patimura untuk berjuang dan berani berkorban membangun tanah Papua, khususnya Papua Barat, kota Manokwari, kota bersama, kota yang aman dan damai bagi semua,” lanjutnya dengan penuh harapan.

Gubernur Dominggus Mandacan memberikan apresiasi atas kekompakan dan semangat kerja para patimura muda yang dalam konsep terus menyatukan rasa persaudaraan anak-anak muda Maluku untuk bersama membangun Manokwari dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan Pela Gandong dengan suku lainnya.
Usai prosesi ritual pembakaran obor induk, acara HUT Patimura ke 204 kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke TMP yang ditandai dengan upacara dan tabur bunga bersama, yang dipimpin oleh Ketua Panitia Aljabar Makatita, Waket Panitia Pdt. M. Molle, Sekertaris Samsudin Renuat, dan perwakilan unsur Tiga Tungku (Pemerintah, Adat dan Agama).




