Porostimur.com | Ambon: Lagu berjudul Hari Lebaran karya Ismail Marzuki kerap dilantunkan dan dibagikan di media sosial saat perayaan Idulfitri. Lagu ini juga banyak didaurulang oleh sejumlah musisi tanah air. Seniman Malaysia, P. Ramlee pada 1977 menyanyikannya dan menyesuaikan lirik dengan bahasa Melayu yang diciptakan 1950-an.
Seperti dilansir Historia, peneliti dan pengamat musik Michael Haryo Bagus Raditya menjelaskan lagu Hari Lebaran memadukan unsur jazz dan Melayu. “Lagu itu bisa masuk tiga nuansa sekaligus, yakni religi, kritik, dan hiburan. Tiga tarikan ini yang membuat lagu tersebut ‘terjaga’,” kata Michae.
Lagu ini awalnya dinyanyikan Didi dengan iringan orkes Lima Seirama, direkam di Radio Republik Indonesia (RRI) pada 1952. Ninok Leksono dalam buku Ismail Marzuki; Senandung Melintas Zaman, menulis Ismail menciptakan lagu bergaya sketsa. Dalam perspektif sejarah bisa memberi gambaran tentang apa yang pernah terjadi pada masa itu.
https://youtube.com/watch?v=W3V5E6awazA%3Ffeature%3Doembed
“Satu poin pada lirik lagu ini relevan dengan masa kini adalah ‘korupsi jangan kerjain.’ Ismail tampak punya obsesi khusus pada pemberantasan korupsi, yang di masa itu pun rupanya sudah ada dan ia pandang sebagai praktik jahat yang harus dibasmi,” tulis Ninok dalam Ismail Marzuki; Senandung Melintas Zaman.




