Waspada Omicron, Mendagri Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas Nataru

oleh -51 views
Link Banner

Porostimur.com, Ternate – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian mendorong kepala daerah untuk melakukan terobosan  yang kreatif dalam upaya percepatan vaksinasi COVID-19.

Hal itu disampaikan Mendagri melalui keterangan tertulis, usai Rapat Koordinasi Strategi Percepatan Vaksinasi COVID-19 bersama Pemerintah Provinsi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara, serta seluruh Kepala Daerah se-Maluku Utara, di Hotel Sahid Bela, Ternate, Kamis.

“Perlu ada terobosan-terobosan kreatif dalam rangka mempercepat vaksinasi. Belajar dari pengalaman daerah-daerah lain yang sudah sukses, seperti DKI di atas 100 persen, Bali yang hampir mencapai 100 persen, kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap mendagri, seperti dilansir laman kemendagri.go.id, Jumat (24/12/2021).

Tak hanya itu, mendagri menepis anggapan, apabila kendala rendahnya cakupan vaksin dikaitkan dengan kondisi geografis suatu wilayah yang berupa kepulauan.

Menurut Mendagri, di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) justru capaian vaksinasinya cukup tinggi. 

Baca Juga  Taliban Tunjukkan Pasukan Khusus di Bandara Kabul: 'Ini Pelajaran bagi Dunia'

“Bulan lalu saya ke Kepri, Batam tersendiri, Bintan tersendiri, ada pulau terluar di Laut Cina Selatan, Pulau Sekatung, kemudian Kepulauan Anambas, ombaknya besar, tapi capaian vaksinnya tinggi. Padahal pulau terjauh,” imbuhnya.

Di lain sisi, mendagri mencontohkan  daerah yang berhasil mencapai target vaksinasi karena menggunakan basis administrasi pemerintahan. 

“Seperti yang dilakukan DKI dan Bali. Di Bali dimulai berbasis banjar (kampung). Setiap kampung ada balai banjar. Sehingga terjadi penyebaran vaksinator di setiap banjar, kampung lebih kecil daripada desa. Setelah itu kepala banjarnya aktif memanggil masyarakat, siapa yang belum divaksin, dia diundang ke sana. Di sana kecepatan vaksin sangat cepat sekali. Itu juga tidak ada pengumpulan massa, sehingga tidak ada penularan juga,” urainya. 

Baca Juga  Hari H Pilgub mendekat, Bawaslu Maluku diminta tegas

Berikutnya, kata Mendagri, di Jakarta digunakan basis pemerintahan Rukun Warga (RW). Jadi per RW, begitu vaksin datang dibagi sekaligus dengan sarana prasarananya. Kecepatannya lebih tinggi lagi daripada Bali karena berbasis RW.

“Mobilisasinya lebih mudah karena ada tokoh-tokoh masyarakat di RW,” lanjutnya. 

Mendagri menuturkan, ada daerah yang berbasis pusat vaksinasi seperti di Gelanggang Olah Raga (GOR)

Dengan dipusatkan di gedung tertentu, orangnya yang diundang ke sana.

Namun demikian, terdapat problem apabila dilakukan secara terpusat seperti itu. Sebab, apabila terjadi kerumunan akan ada potensi penularan. 

“Orang tua susah untuk dibawa ke sana, karena susah jalan, sakit, problem untuk mobilisasi orang untuk ke situ. Kelebihannya lebih mudah, disentralisir, vaksinatornya ada di situ, ada doorprize,” ujar mendagri. 

Baca Juga  Gubernur Maluku Utara Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah "Seleksi Tilawatil Quran" 2021

Kemudian, lanjut mendagri, ada pula daerah yang menggunakan pendekatan secara mobile, misalnya dengan menggunakan kendaraan, lab truck, pulau dengan berbasis kapal.

Dengan menggunakan kendaraan, mereka bergerak dengan vaksinatornya masuk ke kampung mendatangi masyarakat. 

“Karena masyarakatnya malas datang. Jadi jemput bola. Selain itu door to door. Terutama yang lansia. Diharapkan lansia jadi prioritas. Kita bersyukur risiko penularan Covid-19 kita saat ini rendah. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, Indonesia masuk level 1,” pungkasnya. 

(red)

No More Posts Available.

No more pages to load.