Porostimur.com, Jakarta – Momen Natal dan tahun baru (Nataru) menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh banyak orang. Namun, di balik semarak perayaan dan semangat belanja, kejahatan berupa penipuan dengan berbagai modus sering kali meningkat. Para pelaku memanfaatkan momen Nataru untuk menipu masyarakat yang kurang waspada.
Mengenali berbagai modus penipuan yang sering terjadi dapat membantu Anda dan orang-orang terdekat untuk tetap aman dan terhindar dari kerugian.
Berikut ini delapan modus penipuan yang perlu diwaspadai menjelang Nataru, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (11/12/2024).
1. Penawaran investasi bodong
Modus ini menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Pelaku sering mengeklaim investasi tersebut aman dan menguntungkan, padahal tidak ada produk investasi nyata di baliknya. Untuk menghindari jebakan ini, selalu periksa legalitas dan izin dari lembaga investasi melalui otoritas yang berwenang seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
2. Skimming
Skimming adalah pencurian data kartu debit atau kredit dengan menggunakan alat khusus yang dipasang di mesin ATM. Pelaku mencuri informasi kartu korban untuk melakukan transaksi ilegal. Agar terhindar, pilihlah ATM di lokasi yang ramai, periksa apakah ada perangkat mencurigakan di sekitar mesin, dan rutin mengganti PIN kartu Anda.




