Porostimur.com, Madrid — Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih mereka, Xabi Alonso, pada Selasa (13/1) dini hari WIB. Keputusan ini diumumkan tidak lama setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Barcelona di partai final Piala Super Spanyol 2026.
Kepergian Alonso terbilang mengejutkan, mengingat ia baru menukangi Madrid sejak musim panas lalu. Namun, performa tim yang menurun dalam beberapa bulan terakhir disebut menjadi salah satu faktor utama pemutusan kontrak tersebut.
Rekor 34 Laga: Menang Lebih dari 70 Persen
Sejak direkrut, Xabi Alonso memimpin Real Madrid dalam total 34 pertandingan, terhitung sejak ajang Piala Dunia Antarklub 2025.
Di bawah arahannya, Madrid mencatatkan:
- 24 kemenangan
- 4 hasil imbang
- 6 kekalahan
Dengan catatan tersebut, Alonso membukukan persentase kemenangan sebesar 70,59 persen. Secara statistik, angka ini terbilang cukup solid.
Dalam hal produktivitas, Madrid mencetak 72 gol dan kebobolan 38 gol selama masa kepelatihan Alonso.
Performa Menurun dalam Tiga Bulan Terakhir
Meski statistik secara keseluruhan cukup baik, performa Madrid dalam tiga bulan terakhir mengalami penurunan signifikan.
Sejak kemenangan telak 4-0 atas Valencia di awal November, Los Blancos hanya mampu meraih tujuh kemenangan dari 14 pertandingan. Inkonsistensi ini menjadi sorotan utama manajemen klub.
Padahal, secara matematis, Madrid masih memiliki peluang di dua kompetisi besar:









