Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Terjadwal Anies-Cak Imin kampanye terbuka di JIS (Jakarta International Stadium) tanggal 10 Pebruari. 4 hari sebelum pencoblosan. Ini kampanye terakhir. Puncak kampanye sebelum hari tenang jelang pencoblosan.
Kabarnya, ada jutaan massa yang akan hadir. Mereka adalah para pendukung Anies-Muhaimin yang diperkirakan berasal dari berbagai daerah. Bukan hanya dari Jabodetabek dan pulau Jawa saja. Banyak pendukung Anies-Muhaimin dari luar Jawa yang akan hadir di puncak kampanye terakhir.
Prediksinya, ada jutaan pendukung Anies-Muhaimin yang akan hadir di JIS saat kampanye nanti. Ini masuk di akal, mengingat selama ini, kampanye Anies-Muhaimin dimana-mana pengunjungnya membludak. Dua kali di Sulsel membludak. Tembus lebih dari sejuta massa. Di Medan, membludak juga. Terutama di Sidoarjo Surabaya Jawa Timur. Hampir tidak ada acara Anies-Muhaimin yang sepi pengunjung.
Mereka datang dengan sukarela, tanpa dimobilisasi dengan logistik. Di sini, “semangat perubahan” mempertemukan mereka, para mendukung Anies-Muhaimin. Solidaritas tumbuh untuk satu tujuan bersama: yaitu mengakhiri politik dinasti menuju perubahan. Itu spirit yang mereka gaungkan.









