Kedua pasien pun terpaksa diturunkan dari ambulans dan dievakuasi secara manual dengan cara dibopong melewati jembatan darurat yang hanya berupa seutas papan kayu.
Suasana makin mencekam ketika salah satu pasien nyaris terjatuh dari gendongan warga saat melintasi jembatan darurat tersebut.
Harap Pemerintah Segera Bertindak
Tenaga kesehatan Puskesmas Nama, Bahrum Rumadaul, yang turut mendampingi evakuasi mengaku khawatir dengan kondisi infrastruktur yang mengancam keselamatan pasien darurat.
“Kami sangat berharap pemerintah segera mengatasi robohnya jembatan Wai Kian karena kondisi darurat membuat tenaga kesehatan kesulitan melayani pasien, apalagi yang gawat seperti saat ini,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (24/8/2025).
Jembatan Wai Kian sendiri menjadi jalur vital yang menghubungkan empat kecamatan menuju Kota Bula, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur.
Kerusakannya bukan hanya memutus akses warga, tetapi juga mengancam keselamatan pasien yang membutuhkan pertolongan cepat. (Iswandi Kelilauw)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









