“Pada 7 Oktober (2023), kami menjawab panggilan untuk membela Israel, tetapi setelah lebih dari 550 hari pertempuran—yang telah menimbulkan kerugian besar bagi negara—kami merasa sedih bahwa kelanjutan perang kini hanya melayani kepentingan politik dan pribadi, bukan tujuan keamanan yang jelas,” imbuh mereka.
Israel memperkirakan bahwa 59 sandera masih ditahan di Gaza, dengan sedikitnya 22 di antaranya masih hidup. Mereka diharapkan akan dibebaskan dalam fase kedua gencatan senjata Gaza dan perjanjian pertukaran tahanan, yang mengharuskan Israel untuk menarik pasukannya sepenuhnya dari Gaza dan mengakhiri perang secara permanen.
Namun, Israel memperbarui serangan dan melanggar perjanjian gencatan senjata Januari.
Serangan itu telah menewaskan lebih dari 50.800 warga Palestina di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan menghancurkan daerah kantong itu menjadi puing-puing.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas perangnya di daerah kantong itu.









