Para peserta juga diajak untuk memahami bahwa tari tradisional bukan sekadar gerakan, tetapi mengandung filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat Maluku.
Festival Jadi Puncak Apresiasi
Puncak kegiatan ditandai dengan festival tari tradisional Maluku yang menampilkan beragam pertunjukan dari peserta.
Festival ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang edukatif untuk memperkenalkan kembali kekayaan gerak, musik, dan nilai tradisi kepada generasi muda.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara sekolah dengan komunitas seni di Ambon.
Dorong Keberlanjutan Pembelajaran
Sebagai luaran, panitia menghasilkan Modul Pembelajaran Mendalam Seni Tari serta memperkuat jejaring kolaborasi antar guru Seni Budaya.
Tak hanya itu, diserahkan pula buku ajar Seni Tari Tradisional Maluku untuk tingkat SMP sebagai dukungan sumber belajar di sekolah.
Melalui kegiatan ini, revitalisasi tari tradisional Maluku diharapkan tidak berhenti pada panggung pertunjukan semata, tetapi berkembang menjadi gerakan pembelajaran berkelanjutan di sekolah maupun komunitas seni di Kota Ambon.
(Keket)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









