Porostimur.com, Ambon – Upaya melestarikan warisan budaya Maluku terus digencarkan melalui kegiatan Revitalisasi Tari Tradisional Maluku yang digelar dalam bentuk workshop dan festival di Aula Serba Guna, Kota Ambon, Sabtu (30/5/2026).
Sebanyak 250 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan guru Seni Budaya tingkat SMP se-Kota Ambon ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka terlibat aktif dalam rangkaian pembelajaran hingga pementasan sebagai bentuk penguatan identitas budaya lokal.
Perkuat Pendidikan Seni dan Karakter
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan pendanaan Kementerian Kebudayaan melalui program Dana Indonesiana, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus mendorong regenerasi pelaku seni.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan seni sebagai ruang pembentukan karakter dan kreativitas generasi muda.
Ia menyebut seni tari tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Hadirkan Narasumber Berkompeten
Rangkaian workshop menghadirkan tiga narasumber, yakni Septi Jumiati, Intan Purnamasari, dan Dr. Henry Sopacua.
Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan pembelajaran seni tari, mulai dari strategi pengajaran, pengembangan praktik kreatif, hingga pendalaman nilai dan konteks budaya dalam tari tradisional Maluku.









