4 Puisi Mansyur Armain

oleh -55 views

Luka Lebih Dulu

Aku bersaksi tiada perempuan
yang menyerupai cengkeh
selain pala adalah darah
setelah itu, kemana saudara kita tak pulang

Ambil saja pelajaran dari sana
Barat ke timur
Timur ke barat
Lalu jumpah di Ternate
saling menukar kenangan di dermaga pebauhan Ahmad Yani

semua jalan
sesudah mengalah
sekejam air mata
sepeninggalan aku lebih dulu luka

Dihadapan laut kita menaruh sumpah
Menanam penantian di pesisir pantai hingga bersaksi
bahwa aku atau kau menulis cerita di atas batu karang
untuk dikenang pada waktu

Jika manusia makan ikan
Ikan makan manusia
Manusia makan manusia
Bila bersama memakan hidup orang lain
katakan saja
untuk apa punya setia daripada puisi.

Tidore, 18 Oktober 2022

========

Oktober Sembilan Belas Dua Delapan

Ceritakan bagaimana cara bersumpah di atas merah putih
kisah pemuda tak muda diraih dari penjajahan
disana bukan sekedar mengucap ikrar
bertahan membacakan sumpah demi pemuda

dari perjuangan menestaskan air mata untuk pemuda
angkat kepal tangan putra putri Indonesia
rebut ibu pertiwi ini tak sebatas bicara
hanya sedikit kekuatan berani membela umat dan bangsa

sebagian kematian terkenal peluru
sebagian korban berhamburan adalah tokoh
sebagian keluarga mati dibakar
sesudah itu, siapa yang disebut pemuda tanpa pemudi

Ada Jong Jawa, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Java, hingga Jong Sumatera
Bukankah mereka pahlawan
yang nyatakan satu sumpah tanah nusantara
mereka haturkan tekad sampai ke pelosok negeri
membangun nasionalisme dari perlawanan

satu tanah air
mengapa tanah dan air kita selalu dikompromi
satu bangsa
mengapa kita dijajah dari Jakarta
satu bahasa
mengapa pemuda pemudi diintimidasi karena
bahasa Indonesia

Tuan
sumpah bukan harus bersaudara, sedarah, sebangsa
setiap pemuda berdarah-darah membela tanah air
jagalah sumpah agar sampai di oktober
sembilan belas dua delapan
kita tak dikatakan membisu saat keadilan dibungkam

Pemuda sudah cukup dicap merusak demokrasi
Dianggap sampah politik
Kita datang membagi kritik agar tak
bertanya siapa diantara kita disumpah jadi munafik.

Tidore, 25 Oktober 2022

=========

Di Rahim Pemudi

Kuharap di tanah ini masih bercahaya
menyimpan segala rempah. Beraroma cengkeh pala
yang terus hidup dari petani
menanam cita-cita cuma menerima cacian
sebab kurang perhatian

Di rahim pemudi berlimpah rahmat
Beribu doa mengajarkan amanah kepada pemuda
memuliakan kasih sayang dari ayat-ayat Tuhan
di ujung pulau kuterima titah borero

sampaikan salam bukan untuk selamat
kepada penguasa yang suka lupa amanat
paska mendapat perjalan dinas
pulang tinggalkan dina di rumah duka.

Tidore, 27 Oktober 2022

=========

Seperti Kenangan di Oktober

Kepada setiap jejak menyimpan harapan
teruntuk matahari pemberi musim
bertukar kenangan dengan doa
hingga cerita tentang rasa tak melupa

dan berhari-hari termakan waktu
kisah di antara mata pelajaran di sekolah
meramaikan sejarah di panggung teater
berjumpa dalam keadaan tak berpisah
terus bertemu dan saling merayakan suka duka

hampir tak lupa
berpesta literasi setiap bulan dan hari
mengunjungi rak buku di malam Ternate membaca
lalu menggetarkan singgasana Ramadan

tak pernah alpa berpuisi
setia mengisi prestasi pelan-pelan
melangkah tak meminta jarak harus terhalang
jauh, kita tak kehilangan kepercayaan
sebab dekat adalah kejadian biasa kecuali berusaha

Akan kupinjam mata lomba
Ikut menari-nari di hari jadi Kota Ternate
Bersuara dalam luka sampai pulang membakar rindu
Sampai mengucap salam
usai mengirim doa di tengah malam

seperti di hari jadi empat tahun
kita bermimpi seorang perempuan
datang membawa kenangan di Oktober
menorehkan segala kasih sayang untuk Lulobe.

Tidore, 26 Oktober 2022

=======

No More Posts Available.

No more pages to load.