5 Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Panik Bila Belum Dapatkan Pasangan di Usia 25 Tahun

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Memasuki usia 25 tahun mungkin membawa ketakutan tersendiri bagimu karena belum juga mendapatkan pasangan hidup. Pertanyaan seperti “kapan nikah?” atau “si itu sudah gendong anak, kamu kapan?,” mungkin akan menghantuimu dan malah menjadi beban pikiran. 

Padahal sebenarnya kamu tidak perlu panik karena belum menemukan jodoh. Ada beberapa alasan yang bisa menenangkanmu yang masih sendiri di usia 25 tahun seperti berikut ini.

Umur Bukan Patokan

umur bukan patokan
Umur bukan patokan/ Foto: freepik.com

Dikutip dari Brides, dikatakan bahwa “Waktu terbaik untuk menikah adalah ketika Anda merasa nyaman dan percaya diri dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi anda.” Sehingga bisa dikatakan bahwa menikah tidak memerlukan patokan umur yang ideal, namun kesiapan secara mental dan psikologi yang lebih dibutuhkan.

Baca Juga  Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Februari 2021 Turun 0,68 Persen

Meski kamu belum menemukan jodoh di usia 25 tahun, kamu justru bisa melakukan banyak hal untuk meningkatkan kualitas diri sebelum menyandang status sebagai istri.

Memiliki Lebih Banyak Waktu untuk Mencapai Financial Freedom

Financial freedom
Mencapai financial freedom/ Foto: freepik.com

Menikah tidak hanya melibatkan emosi, tapi juga kondisi keuangan yang bagus. Tak jarang pernikahan bisa kandas hanya karena permasalahan ekonomi yang tidak memadai. 

Di usia 25 tahun ini kamu bisa gunakan untuk mencapai financial freedom sebelum menikah. Uang yang kamu hasilkan bisa kamu gunakan untuk bekal membangun rumah tangga bersama pasangan, sehingga kamu tidak akan kesulitan secara finansial kelak.

Menikah adalah Keputusan Pribadi

Menikah adalah keputusan pribadi
Menikah adalah keputusan pribadi/ Foto: freepik.com

Jika kamu sering dibandingkan karena tidak segera memiliki jodoh di usia 25 tahun, maka kamu perlu tanamkan dalam pikiran bahwa menikah bukan soal gengsi. Menikah merupakan keputusan pribadi karena kelak kamu yang akan menjalaninya, dan bukan orang lain.

Semakin bertambah dewasa, pandanganmu tentang menikah juga akan berubah. Menikah bukanlah perkara kompetisi yang harus dimenangkan. Menikah butuh kesiapan secara mental, karena menikah adalah suatu ikatan yang akan dipertahankan dalam waktu yang lama.

Baca Juga  Ibrahimovic: Milan Adalah Rumah Saya

Mempersiapkan Diri Secara Psikologi

Menyiapkan diri secara psikologi
Menyiapkan diri secara psikologi/ Foto: freepik.com

Umur 25 tahun bagi sebagian perempuan bukan lagi masa untuk bermain-main dalam mencari pasangan. Selain mencari pasangan yang matang untuk diajak ke jenjang pernikahan, kamu perlu mempersiapkan diri secara mental agar kehidupan setelah pernikahan bisa berjalan tanpa banyak halangan.

Mengutip pernyataan dari Psychology Today yang menyatakan bahwa “Great relationships aren’t discovered, they are created,” yang berarti bahwa hubungan yang hebat tidak dapat ditemukan, akan tetapi perlu diciptakan.

Saat ini kamu masih punya waktu untuk mempersiapkan diri sebelum bertemu dengan jodoh. Termasuk mengendalikan emosi, memiliki pemikiran yang terbuka, mempelajari tentang psikologi anak, melatih skill memasak dan hal penting lainnya.

Baca Juga  Cegah Corona, Polsek Geser Perketat Pengamanan Pelabuhan

Memiliki Waktu untuk Menikmati Masa Muda

Menikmati masa muda
Menikmati masa muda/ Foto: freepik.com

Belum menemukan pasangan hidup di usia 25 tahun bukan berarti kamu tidak bisa bersenang-senang. Justru sebelum menikah kamu memiliki lebih banyak waktu untuk pergi ke tempat yang kamu sukai, hang out bersama teman-teman, dan melakukan kegiatan sesuai hobi dan minat.

Waktu-waktu tersebut kemungkinan besar tidak lagi kamu dapatkan ketika sudah menikah. Jadi apa salahnya bersenang-senang selagi bisa dan punya waktu?

(red/beautynesia)

No More Posts Available.

No more pages to load.