4. Lebih mengutamakan kemandirian daripada kebersamaan

Pexels.com/RDNE Stock project
Sikap mandiri sebenarnya bagus, tapi untuk suami blue flag biasanya kemandiriannya justru terlalu ekstrem. Dia hidup seolah numpang tinggal satu rumah denganmu. Dia akan melewati masa krisis, stres berat, atau masalah pribadi sendirian tanpa pernah meminta bantuan atau pendapatmu. Dari luar kelihatan tangguh, padahal itu cuma benteng pertahanan supaya dia tidak perlu bergantung atau terlihat lemah di depan kamu.
5. Terlalu kaku

Pexels.com/Gustavo Fring
Ketika kamu lagi curhat soal hari yang melelahkan, kamu biasanya cuma ingin didengar, dimengerti, dan dipeluk. Tapi suami blue flag tidak tahu cara melakukan itu. Karena emosi membuat dia tidak nyaman, dia langsung mencoba “membereskan” masalahmu pakai logika yang kaku, atau malah jadi canggung dan menarik diri.
Dia mungkin menyayangi kamu, tapi responnya tidak punya empati yang tulus. Kamu akhirnya merasa diabaikan karena sekadar diberi solusi, bukan telinga yang mau mendengarkan.
6. Dia terbuka dengan orang lain, tapi tidak denganmu

Pexels.com/Timur Weber
Ini mungkin ciri suami blue flag yang paling menyakitkan. Kamu mungkin tidak sengaja tahu kalau dia curhat soal masalah kerjaan yang berat ke rekan kerja, atau mengobrol sejam sama temannya, sementara ketika ke kamu dia tidak cerita apa-apa.









