Porostimur.com, Ambon – Etnis minoritas sering kali menjadi kelompok yang tidak diuntungkan dalam sebuah sistem negara modern. Perbedaan identitas dan kebiasaan membuat mereka sering tidak mendapat penerimaan yang sama dengan kelompok mayoritas.
Menurut sebuah badan PBB yang bernama The Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) , kelompok minoritas sering mengalami diskriminasi dan pengecualian saat akan mengakses hak-hak dasar mereka baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kebebasan. Hal ini bahkan terjadi saat mereka sudah diakui sebagai warga negara. Padahal tak sedikit yang masih berstatus stateless alias tidak memiliki kewarganegaraan resmi.
Perlakuan tidak menyenangkan juga bisa terjadi dalam bentuk persekusi. Seperti yang disinggung Bauer, dkk. dari sebuah think tank bernama Centre for Economic Policy Research (CEPR), kelompok minoritas terbukti sering menjadi sasaran scapegoating alias pesakitan dalam sebuah kasus atau masalah. Nasib malang ini yang menyertai beberapa kelompok minoritas di dunia berikut.
1. Kurdi
Melansir tulisan MacDonald yang berjudul ‘The Kurds’, etnis Kurdi merupakan salah satu kelompok etnis terbesar yang mendiami Timur Tengah. Dari segi agama mereka terbagi menjadi beberapa kelompok, Islam Sunni, Islam Syiah, Kristen, Yazidi, dan Yahudi.




