5. Pertemuan dua laut yang tidak langsung menyatu
Fenomena lain yang sering dibahas dalam kajian sains Islam adalah pertemuan dua massa air yang memiliki karakteristik berbeda. Salah satu contoh yang paling terkenal dapat ditemukan di Selat Gibraltar, lokasi bertemunya Laut Mediterania dan Samudra Atlantik.
Ketika dua massa air dengan suhu, salinitas, dan kepadatan berbeda bertemu, keduanya tidak langsung bercampur secara sempurna. Perbedaan karakteristik tersebut menciptakan batas alami yang membuat kedua massa air tetap terpisah dalam jarak tertentu sebelum akhirnya menyatu.
Fenomena tersebut sering dikaitkan dengan firman Allah Swt dalam surah Ar-Rahman ayat (19-20):
مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ . بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ
Marajal-baḥraini yaltaqiyān. bainahumā barzakhul lā yabgiyān.
Artinya: “Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing”.
Fenomena ini menjadi salah satu contoh yang paling sering dikutip ketika membahas keterkaitan antara ayat Al-Qur’an dan ilmu oseanografi modern.
6. Siklus hujan menjadi sumber kehidupan di bumi
Hujan merupakan salah satu elemen paling penting bagi kehidupan. Tanpa hujan, tumbuhan tidak dapat tumbuh, sumber pangan akan terganggu, dan kehidupan manusia akan menghadapi ancaman besar.
Oleh karena itu, Al-Qur’an berulang kali menyebut hujan sebagai rahmat dan karunia Allah Swt yang menghidupkan bumi setelah mengalami kekeringan. Allah Swt berfirman dalam surah Qaf ayat (9):









