Lima Pelajaran dari Kisah Fir’aun yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

oleh -2 Dilihat

Kisah Fir’aun menjadi salah satu kisah yang banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Beberapa ayat menyebutkan kisah Firaun dan perbuatan zalimnya yang bisa menjadi pelajaran bagi umat Islam masa kini.

Beberapa dalil menyebutkan sosok Fir’aun digambarkan sebagai penguasa yang memiliki kekuasaan besar, tetapi justru menggunakan kekuasaannya untuk menindas manusia dan menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Musa AS.

Kisah Fir’aun bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Al-Qur’an mengabadikannya sebagai pelajaran bagi manusia agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dirangkum dari buku Imannya Fir’aun yang ditulis Eko Setyo Budi, berikut lima pelajaran penting dari kisah Fir’aun yang diabadikan dalam Al-Qur’an.

1. Kesombongan Dapat Membawa kepada Kebinasaan

Salah satu sifat paling menonjol dari Fir’aun adalah kesombongannya. Ia tidak hanya menolak dakwah Nabi Musa AS, tetapi juga menganggap dirinya memiliki kedudukan yang sangat tinggi hingga berani mengklaim dirinya sebagai tuhan.

Baca Juga  Real Madrid Tanpa Tiga Pilar, Mourinho Diuji Inter Milan di Liga Champions 2026/2027

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nazi’at ayat 24,

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

Artinya: “Lalu dia berkata, ‘Akulah tuhanmu yang paling tinggi.’”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, pernyataan tersebut menunjukkan puncak kesombongan Fir’aun. Kekuasaan yang dimilikinya membuatnya melampaui batas dan tidak mau tunduk kepada kebenaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.