Selamat jalan, adindaku.
Semoga langkahmu dimudahkan menuju keabadian yang dijanjikan. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, hidayah, dan ridha-Nya. Semoga segala amal kebaikan dan pengabdianmu bagi Maluku Utara menjadi cahaya yang menerangi perjalananmu di alam sana.
Sebuah akhir yang, insya Allah, husnul khatimah.
Doa dan Ketabahan untuk Keluarga
Kepada keluarga yang ditinggalkan—istri tercinta Julaiha Nail, serta anak-anak terkasih: Muhammad Ali Syahbana, Imam Muhammad Alhafiz, dan Della Nazla Angriani—kiranya Allah SWT menganugerahkan kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan.
Sebab setiap kehilangan sejatinya adalah ujian cinta, dan setiap air mata adalah bahasa doa yang paling jujur.
Yaa ayyatuhan nafsul muthma’innah, irji’i ilaa rabbiki raadhiyatan mardhiyyah…
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang, dalam keadaan ridha dan diridhai.
Selamat beristirahat dalam damai, Irfan Ahmad. Namamu mungkin telah berhenti di dunia, tetapi jejakmu akan terus berjalan—dalam sejarah, dalam kenangan, dan dalam doa yang tak pernah usai (**)










