2. Membantu mengelola emosi

Seperti rasa sakit yang muncul pada tubuh ketika terjatuh, demikian pula dengan perasaan manusia: sulit untuk menahan emosi yang timbul sebagai respon. Sebagai solusi, puasa dapat membantu seseorang untuk mengelola emosi dengan lebih baik.
Melansir dari sumber universitas yang sama, puasa menginduksi pengurangan asupan makanan dalam jangka waktu tertentu selama beberapa minggu. Dari sinilah, kemampuan berpikir seseorang meningkat, memungkinkan dirinya untuk berpikir lebih jernih.
Menurut Dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ., kemampuan berpikir adalah kunci yang berperan dalam mengelola emosi. Dengan kata lain, kemampuan berpikir jernih yang diperoleh melalui puasa dapat secara otomatis membantu seseorang untuk bisa mengelola emosi.
3. Menjaga mood

Sebagaimana puasa dapat membantu mengelola emosi, puasa juga memiliki peranan penting dalam menjaga mood seseorang. Hal ini dikarenakan puasa dapat mengantisipasi peningkatan hormon kortisola yang memicu perasaan mudah tersinggung.
Secara spesifik, Dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ. menjelaskan bahwa peningkatan hormon kortisola tidak sesuai dengan kebutuhan untuk menunrunkan ambang batas seseorang. Dampaknya, seseorang akan mudah tersinggung, seperti mengalami iritabilitas.










